EFEKTIVITAS EKSTRAK AIR BUAH BHEE (Melastoma Sp) TERHADAP KADAR GLUKOSA, HISTOLOGIS PANKREAS, LDL, HDL DARAH MENCIT DIABETES YANG DIINDUKSI STZ

EFEKTIVITAS EKSTRAK AIR BUAH BHEE (Melastoma Sp) TERHADAP KADAR GLUKOSA, HISTOLOGIS PANKREAS, LDL, HDL DARAH MENCIT DIABETES YANG DIINDUKSI STZ
Universitas Teuku Umar
2024
23-12-2024
Indonesia
Meulaboh
Lap. Penelitian Dosen
Kesehatan Masyarakat
Gizi
Gizi
-
Ya

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi tinggi, termasuk di Aceh Barat. Pendekatan pengobatan berbasis herbal semakin diminati karena minim efek samping. Buah Bhee (Melastoma sp) asal Aceh Barat berpotensi sebagai antidiabetes, namun penelitian ilmiahnya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak buah Bhee terhadap kadar glukosa darah, LDL, HDL, berat badan, serta gambaran histologi pankreas mencit diabetes yang diinduksi Streptozotosin (STZ), dan menentukan dosis optimal ekstrak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 6 kelompok: Kontrol Normal (KN), Kontrol Diabetes (KD), Kontrol Obat (KO), serta kelompok perlakuan dengan ekstrak buah Bhee dosis 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), dan 400 mg/kgBB (P3). Mencit diinduksi STZ 30 mg/kgBB agar menjadi diabetes. Parameter yang diamati meliputi kadar glukosa darah, berat badan, kadar LDL dan HDL, serta gambaran histologi pankreas, yang diukur selama 28 hari perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa STZ meningkatkan kadar glukosa darah secara signifikan (>200 mg/dL), menurunkan berat badan, dan menyebabkan dislipidemia (LDL tinggi, HDL rendah). Pemberian ekstrak buah Bhee menurunkan kadar glukosa darah dan LDL, meningkatkan kadar HDL, serta mengembalikan berat badan. Dosis 400 mg/kgBB (P3) memberikan hasil terbaik, dengan kadar glukosa darah mendekati normal, profil lipid yang membaik, dan regenerasi histologi pankreas, termasuk Pulau Langerhans yang lebih utuh dan teratur. Kesimpulan penelitian ini adalah: ekstrak buah Bhee (Melastoma sp) memiliki potensi sebagai terapi herbal diabetes dengan dosis optimal 400 mg/kgBB. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler dan uji klinis pada manusia.

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.