PENGGUNAAN TEKNIK KULTUR JARINGAN (IN-VITRO) DALAM UPAYA KONSERVASI PLASMA NUTFAH PISANG LOKAL (MUSA SP) ASAL ACEH
Indonesia merupakan sentra distribusi plasma nutfah pisang dengan keanekaragaman yang cukup tinggi. Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak jenis pisang liar yang memiliki beragam keanekaragaman dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya. Keberadaan pisang liar yang beragam di Provinsi Aceh khususnya Kabupaten Aceh Barat harus dilestarikan dikarenakan setiap aksesi pisang memiliki keunggulan-keunggulan baik dari ketahanan penyakit, produksi hingga keunikan rasa dan kegunaannya di masyarakat. Salah satu metode yang bisa dimanfaatkan dalam melestarikan plasma nutfah pisang adalah menggunakan metode kultur jaringan (in-vitro), metode in-vitro dengan keunggulannya memungkinkan untuk mengkoleksi aksesi pisang lokal dalam bentuk planlet di dalam laboratorium, sehingga memudahkan dalam perawatan dan menghindari serangan dan sebaran penyakit utama tanaman pisang. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengkoleksi pisang lokal dalam bentuk in-vitro bebas patogen. 2) Menemukan media yang sesuai untuk perbanyakan planlet pisang secara in-vitro. 3) Sebagai salah satu upaya pelestarian plasma nutfah pisang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap non faktorial dimana faktor utama yaitu jenis aksesi pisang. Aksesi pisang yang diperoleh dari beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Barat nantinya akan disterilisasi dan ditanam serta diperbanyak secara in-vitro. Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini berupa: planlet pisang dalam bentuk in-vitro, jurnal ilmiah yang terpublikasi pada jurnal terkareditasi Nasional Sinta 2, dan bahan ajar perkuliahan. Tingkat Kesiapan Teknologi atau TKT penelitian ini berada pada level 4, yang merupakan validasi teknologi dalam lingkungan laboratorium
edit_page
Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.