INTEGRATED KOLAM RETENSI SEBAGAI UPAYA PENANGANAN BANJIR ROB DAN GENANGAN DI WILAYAH PESISIR KOTA MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT

INTEGRATED KOLAM RETENSI SEBAGAI UPAYA PENANGANAN BANJIR ROB DAN GENANGAN DI WILAYAH PESISIR KOTA MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT
Universitas Teuku Umar
2024
23-12-2024
Indonesia
Meulaboh
Lap. Penelitian Dosen
Teknik
TEKNIK
TEKNIK
-
Ya

Kegagalan kapasitas penampang saluran drainase untuk mengalirkan limpasan permukaan akibat air hujan merupakan salah satu penyebab banjir di daerah perkotaan. Kota Meulaboh dan sekitarnya pada saat hujan dengan intensitas tinggi sering terjadi genangan banjir, padahal sudah terdapat drainase di daerah ini. Selain itu kota meulaboh yang dekat dengan pengaruh pasang surut sehingga potensi banjir rob juga sering terjadi. Banjir ini diperkirakan penyebabnya karena sistem jaringan yang belum optimal. Pada penelitian ini akan dilakukan suatu pemodelan dengan menggabungkan jaringan drainase, dan desain kolam retensi untuk menangani permaslaahan banjir rob dan banjir genangan. Urgensi penelitian ini adalah permasalahan genangan air hujan dan banjir rob di Kota Meulaboh yang menjadi permasalahan tahunan dan belum terselesaikan. Hasil desain Integrated kolam retensi ini dapat digunakan oleh pihak Pemda terutama Dinas PUPR Bidang Pengairan dan Bappeda dalam merencanakan jaringan kolam retensi yang lebih tepat di Kota Meulaboh. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang suatu pemodelan terhadap sistem kolam retensi terintegrasi yang tepat untuk meminimalisir banjir rob dan banjir di Kota Meulaboh. Kajian akan dilakukan secara mendetail dimulai dari hulu hingga ke hilir untuk sehingga diperoleh data yang lebih akurat. Keterbaharuan riset ini yaitu adanya kombinasi pada pemodelan kolam retensi terintegrasi seperti jumlah penduduk, air limbah, durasi curah hujan, jaringan drainase (saluran primer dan sekunder), pengaruh pasang dan surut, ketinggian banjir rob, dan tutupan lahan sehingga diharapkan dapat diperoleh perencanaan sistem kolam retensi perkotaan yang maksimal dan sesuai. Pemodelan ini dilakukan dengan membandingkan antara kondisi saat ini, dan masa depan. Langkah awal akan dilakukan evaluasi tampang kolam retensi dengan menggunakan software HECRAS, kemudian akan dilakukan simulasi banjir rob dan genangan banjir dengan menggunakan software Arc GIS. Hasil yang diperoleh adalah Kolam retensi direncakan akan memakai tipe Kolam Retensi didalam sungai; Kolam retensi direncanakan dengan kapasitas 79.424,09 m3 dengan direncanakan dapat menampung volume kolam genangan maksimum sebesar 40.798,43 m3; Kapasitas volume spillway pada 30.814,80 m3 dengan tinggi dari bangunan pelimpah sebesar 0,75 m, sedangkan kapasitas volume tanggul eksisiting sebesar : 45.986,55 m3 dengan elevasi muka air sebesar + 1,5 m. Kegiatan penelitian ini bermitra dengan Dinas PUPR sehingga hasil kajian nantinya diharapkan dapat digunakan untuk dinas. Luaran yang dicapai adalah jurnal internasional scopus saat ini sudah disubmit pada Journal Ecological Engineering dan publikasi pada prosiding seminar internasional bereputasi AISCE telah dilaksanakan dan sudah publish

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.