INOVASI KONSEP LOW IMPACT DEVELOPMENT (LID) SEBAGAI STRATEGI EFEKTIF MENGATASI BANJIR PERKOTAAN UNTUK MENCAPAU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

INOVASI KONSEP LOW IMPACT DEVELOPMENT (LID) SEBAGAI STRATEGI EFEKTIF MENGATASI BANJIR PERKOTAAN UNTUK MENCAPAU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Universitas Teuku Umar
2024
20-11-2024
Indonesia
Meulaboh
Lap. Penelitian Dosen
Teknik
TEKNIK
TEKNIK
-
Ya

Kabupaten Aceh Barat masih sering mengalami banjir genangan pengaruh limpasan dari saluran drainase perkotaan. Saat ini, Program Pemerintah masih berfokus pada perbaikan sistem drainase secara konvensional. Namun, sistem drainase konvensional ini masih menimbulkan permasalahan genangan dan banjir di wilayah perkotaaan Kota Meulaboh. Dalam mengatasi permasalahan banjir perkotaan, Konsep Low Impact Development (LID) menjadi dasar pengembangan dalam rencana penelitian ini. Konsep ini menggunakan pendekatan pada pengurangan kawasan kedap air dan konservasi sumber daya air dengan mengendalikan air hujan pada sumbernya. Beberapa teknologi yang direkomendasikan untuk mengatasi permasalahan banjir adalah integrasi sistem pemanenan air hujan dengan sumur resapan. Pengembangan rencana penelitian dengan mengunakan software EPA SWMM yang dapat membantu untuk desain dan pengelolaan air hujan perkotaan. Tujuan penelitian ini relevan dengan roadmap penelitian Perguruan Tinggi dimana penerapan konsep LID dapat menjadi salah satu upaya mitigasi bencana banjir menggunakan inovasi material yang ramah lingkungan sebagai bahan filter pada sistem pemanenan air hujan dan dapat mewujudkan peningkatan kuantitas dan kualitas cadangan air tanah bila diintegrasikan dnegan sumur resapan. Manfaat pengembangan penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai permasalahan drainase Kota Meulaboh. Tahapan metode penelitian akan dimulai dengan mengumpulkan data primer maupun data sekunder, selanjutnya data yang diperoleh akan diinput dengan software EPA SWMM, hasil analisis akan berupa analisis hidrologi dan analisis hidrolika dengan menghasilkan debit banjir akibat limpasan air hujan dan debit saluran, selanjutnya bila debit saluran lebih kecil dari debit limpasan maka akan dilanjutkan dengan melakukan kajian dan analisis perencanaan konsep LID dengan prinsip zero runoff system yang berwawasan lingkungan dengan 2 skenario konsep LID yaitu skenario 1 dengan integrasi pemanena air hujan dan sumur resapan, dan skenario 2 bioretensi. Debit dari kelebihan air dari toren dan limpasan permukaan didapat 1 sumur resapan dengan lebar 1 m dan kedalaman 1,50 m dengan debit masuk sebesar 0,003063 m3 /det, untuk debit limpasan permukan didapat satu sumur resapan dengan lebar 1 m dan kedalaman 1,50 m dengan debit yang masuk sebesar 0,003014 m3 /det, sehingga pada lokasi studi direncanakan jumlah sumur resapan sebanyak 2 buah, dengan debit tereduksi 0,002636 m3 /det atau sebesar 98% yang hilang dan masuk ke dalam sumur resapan. Debit banjir rencana (Q )= 0,003014 m 3 /detik, sehingga Q bioretensi 0.00416 m3 /detik, mampu menampung debit rencana dimana Qbr > Qdebit banjir rencana artinya bila dibangun dnegan sistem bioretensi dengan desain B atas 10 m, dan B bawah 8 m dengan tinggi 70 cm, maka sangat mampu menguranagi debit banjir dari limpasan permukaan. Luaran yang menajdi output adalah publikasi artikel ilmiah hasil penelitian ke Jurnal bereputasi Q3 dan conference at 2nd International Conference on Applied Engineering Science, Technology and Innovation (AESTI) 2024, HKI. Buku Referensi, dan Poster Penelitian.

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.