PENGEMBANGAN CAMPURAN ASPAL BETON RAMAH LINGKUNGAN DENGAN INTEGRASI LIMBAH KERAK BOILER PABRIK CPO DAN ASPAL POLIMER 70 UNTUK MENINGKATKAN KEBERLANJUTAN MATERIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan campuran aspal beton ramah lingkungan dengan mengintegrasikan limbah kerak boiler dari pabrik kelapa sawit (CPO) dan aspal polimer PG 70, yang mendukung visi pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Aceh, khususnya untuk sektor agro dan marine. Pemanfaatan limbah industri ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada agregat alami dan menghadirkan alternatif bahan konstruksi yang kompetitif dari segi ekonomi dan daya tahan. Limbah kerak boiler CPO berpotensi sebagai agregat halus karena sifat fisiknya yang serupa dengan agregat alami, sedangkan aspal polimer PG 70 dikenal meningkatkan ketahanan campuran terhadap deformasi dan memperpanjang umur layan jalan, yang sangat relevan untuk kondisi lingkungan dan intensitas lalu lintas di Aceh. Dalam penelitian ini, tiga variasi komposisi campuran antara pasir dan kerak boiler, yaitu 25/75, 50/50, dan 75/25, pada lapisan Asphalt Concrete Wearing Course ( AC-WC) diuji pada kadar aspal optimum 5% untuk menentukan kinerja teknis dan daya tahannya. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall untuk menilai stabilitas, flow plastis, Marshall Quotient (MQ), density, VIM (Void in Mix), VMA (Void in Mineral Aggregate), dan VFB (Void Filled with Bitumen), sesuai spesifikasi Bina Marga 2018. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga variasi campuran memenuhi kriteria teknis yang ditetapkan oleh Bina Marga, menjadikannya layak untuk digunakan pada aplikasi jalan raya dengan kebutuhan yang berbeda. Komposisi 25/75 menghasilkan kepadatan tertinggi karena dominasi pasir sebagai agregat halus, yang mengurangi jumlah rongga udara dalam campuran, sehingga cocok untuk kondisi lalu lintas ringan hingga sedang. Sementara itu, komposisi 50/50 menampilkan keseimbangan antara kekuatan dan fleksibilitas, menjadikannya sesuai untuk jalan dengan lalu lintas umum. Komposisi 75/25, dengan kandungan kerak boiler yang tinggi, menunjukkan stabilitas tertinggi dan ketahanan optimal terhadap deformasi, yang sangat ideal untuk kondisi lalu lintas berat. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa variasi campuran dengan limbah kerak boiler tidak hanya memenuhi standar teknis tetapi juga mendukung infrastruktur yang ramah lingkungan, dengan menekan kebutuhan akan agregat alami dan mengurangi dampak negatif dari limbah industri. Beberapa manfaat utama dari penelitian ini adalah pengurangan limbah industri, peningkatan kualitas material konstruksi, serta dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan dengan infrastruktur yang lebih ekonomis dan berdaya tahan. Dengan hasil ini, penelitian diharapkan dapat berkontribusi pada inovasi teknologi material perkerasan jalan dan memperkaya literatur akademis tentang alternatif material berkelanjutan di sektor konstruksi. Ke depan, penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji ketahanan jangka panjang dan dampak lingkungan dari campuran berbasis limbah ini, baik melalui uji lapangan maupun analisis siklus hidup material, guna memastikan aplikasi praktis dan dampaknya dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia
edit_page
Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.