BLEACHING MINYAK HATI IKAN CUCUT (Centrophorus sp.) HASIL SAMPING PPI UJONG BAROH DENGAN ADSORBEN MAGNESOL

BLEACHING MINYAK HATI IKAN CUCUT (Centrophorus sp.) HASIL SAMPING PPI UJONG BAROH DENGAN ADSORBEN MAGNESOL
Universitas Teuku Umar
2024
23-12-2024
Indonesia
Meulaboh
Lap. Penelitian Dosen
Perikanan & Ilmu Kelautan
Perikanan
Perikanan
-
-

Pemanfaatan hasil samping dari PPI Ujong Baroh berupa hati ikan cucut yang diekstraksi dengan metode dry rendering menghasilkan minyak kasar. Minyak hati ikan cucut memiliki potensi untuk dikembangkan karena memiliki rendemen yang tinggi. Minyak kasar tersebut perlu dilakukan permurnian agar menghasilkan minyak sesuai standar. Pemurnian minyak ikan dilakukan untuk menghilangkan pengotor yang terdapat didalamnya. Jenis pengotor yang terdapat didalam minyak ikan akan meningkatkan nilai asam lemak bebas dan nilai peroksida. Proses pemurnian terhadap minyak ikan dapat dilakukan dengan cara degumming, netralisasi alkali, dan bleaching. Bleaching atau pemucatan tidak hanya berperan mengurangi kekeruhan terhadap minyak pada saat proses adsorbsi, juga mengurangi komponen pengotor lainnya seperi aroma, seyawa bersulfur, dan logam berat. Proses pemucatan dapat mengurangi produk hasil oksidasi lemak seperti, peroksida, aldehida, dan keton. Magnesium silikat (magnesol) dengan formulasi MgO: XsiO2H2O yang terdiri dari Mg 27,33%, Si 34,75%, Ca 4,36%, Na 1,92% dan Fe 1,09% merupakan adsorben pada proses bleaching secara fisika. Diharapkan minyak hasil bleaching menghasilkan minyak murni sesuai dengan standar. Minyak ikan yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia harus sesuai standar yang telah ditetapkan, salah satunya standar adalah IFOS (International Fish Oil Standard), dimana standar yang ditetapkan meliputi free fatty acid (≤1,50%), peroxide value (≤ 5,00 mEq/kg), p-anisidin (≤ 20 mEq/kg), total oksidasi (≤26 mEq/kg) dan acid value (≤ 3,00 mg KOH/g). Ekstraksi minyak hati ikan cucut dilakukan dengan sistem dry rendering menggunkan oven dengan suhu 50 oC selama 5 jam. Minyak ikan hasil ekstraksi kemudian dilakukan bleaching menggunakan magnesol dengan konsentrasi yang berbeda (3%, 4%, dan 5%). Penelitian yang dilaksanakan menganut pada metode eksperimental laboratorium. Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini mencakup pengolahan hati ikan cucut untuk dijadikan minyak hati cucut dan dilanjutkan bleaching menggunakan magnesol, serta pengujian kualitas minyak hati ikan. Pengumpulan dan penyimpanan pada suhu rendah agar bahan baku yang dijadikan minyak hati cucut dalam kondisi yang baik. Bleaching minyak hati ikan cucut dengan perlakuan berbeda (3%, 4%, dan 5%). Data hasil penelitin ditabulasi menggunakan MS. Excel 2019 dan pengujian ANOVA dianalisis menggunakan program SPSS 22.0. Perlakuan yang memiliki perberbedaan nyata, nantinya akan diuji lanjut dengan uji Duncan. Minyak hati ikan cucut hasil ekstraksi dengan metode dry rendering menghasilkan rendemen sebesar 59 -61 %. Nilai asam lemak bebas minyak hati ikan cucut sudah sesuai standar IFOS (≤ 1,5%) untuk semua perlakuan. Nilai peroksida sesuai dengan standar IFOS (≤ 3,75 mEq/kg) untuk semua perlakuan. Nilai densitas minyak hati ikan cucut sudah memenuhi standar ISO 6883:2017 (≤ 0,86 g/mL). Nilai viskositas minyak hati ikan cucut berkisar anatara 31,21 – 31,75 cP. Analisis data menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata terhadap setiap perlakuan

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.