PEMBANGUNAN PERDAMAIAN, PENGUATAN EKONOMI DAN POITIK BERBASIS PADA INSTITUSI LOKAL “KOMUNITAS BALEE INONG” DI WILAYAH PESISIR BANDA ACEH

PEMBANGUNAN PERDAMAIAN, PENGUATAN EKONOMI DAN POITIK BERBASIS PADA INSTITUSI LOKAL “KOMUNITAS BALEE INONG” DI WILAYAH PESISIR BANDA ACEH
Universitas Teuku Umar
2024
26-12-2024
Indonesia
Meulaboh
Lap. Penelitian Dosen
Ilmu Sosial & Ilmu Politik
FISIP
FISIP
-
Ya

Penelitian berjudul "Pembangunan Perdamaian Penguatan Ekonomi dan Politik Berbasis Pada Institusi Lokal 'Komunitas Balee Inong' di Wilayah Pesisir Banda Aceh" bertujuan untuk mengkaji peran Balee Inong sebagai institusi lokal dalam memperkuat ekonomi dan politik di tengah dinamika pasca perdamaian di Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus (FGD) terhadap para pengurus Balee Inong. Komunitas ini terbentuk pasca bencana tsunami Aceh 2004 sebagai wadah perempuan untuk bermusyawarah dan berperan dalam pembangunan. Selain memperkuat sektor ekonomi melalui usaha simpan pinjam dan pelatihan kewirausahaan, Balee Inong juga memiliki program dalam bidang politik, sosial, pendidikan, dan kesehatan. Komunitas ini membantu perempuan di Banda Aceh untuk terlibat dalam pengambilan keputusan politik dan ekonomi, meskipun menghadapi tantangan dari struktur budaya dan politik patriarki. Balee Inong didirikan setelah gempa dan tsunami Aceh 2004, sebagai inisiatif LSM untuk memberdayakan perempuan dalam proses pembangunan pasca konflik. Sejak 2010, komunitas ini menjadi wadah perempuan di Banda Aceh untuk berpartisipasi dalam ekonomi, politik, dan sosial. Melalui Balee Inong, perempuan memiliki kesempatan untuk membangun kapasitas dan menyelesaikan masalah di tingkat gampong dan kecamatan. Komunitas ini unik karena hanya ada di Banda Aceh, dan menjadi model peningkatan kemandirian sosial perempuan. Balee Inong berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan politik perempuan. Program-program yang dijalankan meliputi pelatihan kewirausahaan, sosialisasi tentang kebersihan, kekerasan terhadap anak, dan peningkatan keterampilan seperti komputer dan public speaking. Balee Inong juga memberikan pelatihan terkait LGBT, KDRT, dan trafficking. Di bidang ekonomi, mereka mengelola dana bergulir dan mengadakan pelatihan usaha kreatif. Mereka juga berperan dalam pendidikan politik, mendorong perempuan menjadi pemimpin di tingkat gampong dan terlibat dalam legislatif. Balee Inong berperan aktif dalam pembangunan dengan memfasilitasi partisipasi perempuan di berbagai bidang, termasuk ekonomi, sosial, pendidikan, dan politik. Partisipasi ini penting untuk menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan perempuan menjadi strategi utama untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan. Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam merancang model pembangunan perdamaian yang berkelanjutan dengan melibatkan institusi lokal sebagai penggerak perubahan sosial. Balee Inong telah menjadi wadah pengembangan kapasitas perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, komunitas ini juga merupakan kelompok perempuan yang berada di wilayah Banda Aceh dan tidak ditemukan ditempat lain. Peneliti menunjukkan bahwa komunitas Balee Inong ini memiliki kekuatan untuk memberdayakan perempuan ditengah keterbatasan akses terhadap dana eksternal, pasca Ford Foundation tidak lagi sebagai donor. Komunitas Balee Inong telah berhasil mempertahankan berbagai program pemberdayaannya dengan cara mengandalkan modal sosial internal yang telah terbentuk

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.