PENILAIAN STATUS DAN KONDISI PADANG LAMUN: STUDI KASUS PADANG LAMUN DI KECAMATAN PULAU BANYAK, ACEH SINGKIL
Ekosistem lamun memberikan jasa ekosistem yang sangat banyak, namun sangat rentan terhadap kerusakan fisik yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perubahan lingkungan yang cepat. Saat ini informasi mengenai status kondisi dan kesehatan padang lamun di perairan Indonesia, khususnya Aceh masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi kesehatan lamun berdasarkan data komposisi jenis dan persentase tutupan lamun. Dengan tersedianya informasi indeks kesehatan lamun diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan yang berbasis data dan menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan memelihara ekosistem lamun. Selain itu, data kesehatan ekosistem lamun ini juga penting untuk menentukan lokasi yang paling membutuhkan upaya pelaksanaan restorasi. Metode yang digunakan adalah pengamatan lamun secara langsung dengan transek garis dan kuadran bingkai yang berukuran 50x50 cm2. Transek garis yang ditarik pada setiap lokasi penelitian sebanyak 3 kali ulangan sepanjang 100 m dengan jarak antar plot sejauh 25 m, sehingga total luasan padang lamun yang akan teramati pada setiap stasiun adalah 100x100 m2. Penelitian ini menghasilkan informasi bahwa terdapat 4 jenis lamun yang tercatat dan tersebar di 3 lokasi penelitian yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata dan Halophila ovalis. Persentase tutupan lamun tertinggi adalah T. hemprichii sebesar 60,268% sedangkan tutupan jenis lamun terendah adalah H. ovalis sebesar 3,534%. Berdasarkan hasil analisis persentase tutupan lamun pada seluruh stasiun penelitian disimpulkan bahwa lamun di perairan Pulau Banyak masuk dalam kategori jarang, dengan status kondisi miskin (≤29,9)
edit_page
Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.