PEMETAAN GEOSPASIAL TANAMAN KELAPA (COCOS NUCIFERA) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PROYEKSI POTENSI AGROINDUSTRI KELAPA DI ACEH BARAT
Tanaman kelapa (Cocos nucifera) memiliki potensi besar untuk menjadi sumber peningkatan ekonomi sebuah daerah yang signifikan untuk meningkatkan agroindustry pada sektor pertanian. Persentase daerah di Indonesia yang menjadi konributor besar penghasil buah kelapa berada pada daerah Pulau Sumatera, yang memiliki sebaran tanaman kelapa yang paling luas, mencapai 34,5% dari total luas perkebunan kelapa di seluruh Indonesia. Di antara daerah di Pulau Sumatera yang menjadi pusat usahatani kelapa adalah daerah Aceh Barat. Daerah ini menjadi salah satu wilayah yang menonjol dalam produksi tanaman kelapa. Luas lahan kebun kelapa dia Aceh Barat meningkat menjadi 3.330,25 hektare dari sebelumnya 3.255 hektare pada tahun 2022. Tujuan Penelitian ini ingin melihat jumlah luas hektar tanaman kelapa pada tahun 2024, dengan pendekatan pemetaan geospasial tanaman kelapa menggunakan Geografi Informasi Sistem (GIS) dan selanjutnya melakukan analisis potensi agroindustri tanaman kelapa di Aceh Barat. Target khusus yang dinginkan yaitu mendapatkan gambaran pemetaan sebaran tanaman dan analisis potensi hasil tanaman kelapa di kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian yaitu dengan melakukan observasi keperkebunan kelapa serta menandai koordinat dan luas area. Data tersebut akan diolah dengan perangkat aplikasi Quantum GIS untuk pemetaan geospasial. Selanjutnya dilakukan pengukuran proyeksi potensi Agroindustri kelapa dari hasil pemetaan geospasial. Target output dari penelitian ini adalah artikel ilmiah nasional terakreditasi SINTA 3.
edit_page
Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.