DESAIN CAMPURAN ASPAL PORUS RAMAH LINGKUNGAN MENGGUNAKAN FILLER DARI BAN LUAR BEKAS DENGAN PENGIKAT INOVATIF

DESAIN CAMPURAN ASPAL PORUS RAMAH LINGKUNGAN MENGGUNAKAN FILLER DARI BAN LUAR BEKAS DENGAN PENGIKAT INOVATIF
Universitas Teuku Umar
2024
23-12-2024
Indonesia
Meulaboh
ASPAL PORUS, FILLER, PENGIKAT INOVATIF
Lap. Penelitian Dosen
Teknik
TEKNIK
TEKNIK
-
Ya

Jumlah kenderaan terus meningkat dan berdampak langsung pada kerusakan infrastruktur dan peningkatan polusi lingkungan. Selain meningkatnya pertumbuhan penduduk, maka meningkat pula limbah rumah tangga. Beberapa limbah yang dimaksud ialah limbah ban bekas dan limbah plastik sehingga dapat menyebabkan polusi. Salah satu cara untuk mengurangi limbah tersebut dengan memanfaatkan limbah ban bekas, limbah plastik sebagai material subtitusi dan pengganti pada campuran aspal porus. Penggunaan aspal porus sebagai solusi untuk permasalahan genangan air, lingkungan serta keawetan jalan. Aspal porus, dikenal juga sebagai aspal dengan tingkat permeabilitas yang tinggi sehingga memungkinkan air hujan menembus permukaan jalan hingga ke lapisan berikutnya dengan mudah. Penggunaan material dalam pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan terus di galakkan dengan berbagai inovasi. Oleh sebab itu perlu dilakukan inovasi-inovasi baru untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini mengekplorasi penggunaan ban bekas sebagai filler dalam campuran aspal porus, dengan pengikat inovatif yang ramah lingkungan. Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan filler ban bekas dalam meningkatkan sifat mekanis dan durabilitas campuran aspal porus serta keberlanjutan lingkungan terhadap performa aspal. Gradasi yang digunakan pada penelitian ini adalah gradasi terbuka dengan metode AAPA, 2004. Setelah pengumpulan material, dilanjutkan pembuatan benda uji untuk mendapatkan nilai KAO. Setelah diperoleh nilai KAO, dilanjutkan dengan pembuatan benda uji dibuat dengan 3 variasi komposisi pada pengikat yaitu : variasi 1 (35% LDPE: 5% gilsonite: 60% Pen 60/70), variasi 2 (40% LDPE: 5% gilsonite: 55% Pen 60/70), variasi 3 (45% LDPE: 5% gilsonite: 50% Pen 60/70) dari berat aspal dalam campuran, berjumlah 36 benda uji. Setelah diperoleh variasi yang terbaik maka dilanjutkan dengan pembuatan benda uji, menggunakan ban luar bekas sebagai filler dan benda uji tanpa ban luar bekas sebagai filler (pembanding) berjumlah 36 buah. Hasil ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada industry konstruksi, khususnya dalam pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan. Hasil penelitian ini nantinya akan di publikasikan pada jurnal international bereputasi. Hasil pengujian campuran aspal porus untuk nilai CL masing-masing 26,07%, 34,28% dan 34,12%; nilai AFD sebesar 0,13%, 0,12% dan 0,12%; untuk nilai VIM sebesar 19,32%, 18,37% dan 18,41%; nilai stabilitas 603,24 kg, 601,77 kg dan 603.19 kg; dan nilai flow 5,02 mm; 5,12 mm; dan 5,03 mm. Secara garis besar nilai yang diperoleh dari pengujian tersebut memenuhi persyaratan yang disyaratkan. Tetapi nilai durabilitas dari campuran tersebut belum memenuhi yaitu 60,15%; 59,59% dan 48,22%, dengan syarat > 90%

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.