STUDI SIFAT MEKANIS, KARAKTERISTIK DAN MIKRO STRUKTUR PADA MORTAR GEOPOLYMER DENGAN PREKURSOR ABU SEKAM PADI

STUDI SIFAT MEKANIS, KARAKTERISTIK DAN MIKRO STRUKTUR PADA MORTAR GEOPOLYMER DENGAN PREKURSOR ABU SEKAM PADI
Universitas Teuku Umar
2024
24-12-2024
Indonesia
Meulaboh
GEOPOLYMER
Lap. Penelitian Dosen
Teknik
TEKNIK
TEKNIK
-
Ya

Penggunaan abu sekam padi dalam produksi mortar geopolymer sebagai bahan perekat merupakan salah satu inovasi terkini yang telah menarik perhatian luas di bidang rekayasa material dan konstruksi. Abu sekam padi, sisa dari proses pembakaran padi, kaya akan silika dan terbukti efektif sebagai bahan dasar dalam produksi mortar geopolymer. Keunggulan ini, yang mencakup ke.berlanjutan dan ramah lingkungan, membuat penggunaan abu sekam padi tidak hanya mengurangi limbah pertanian tetapi juga menyediakan alternatif yang lebih berkelanjutan dibandingkan dengan semen portland konvensional. Mortar geopolymer yang dikembangkan dalam penelitian ini menggunakan abu sekam padi sebagai komponen utama. Penambahan silica fume dalam eksperimen ini bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanik dan durabilitas mortar. Abu silika, produk sampingan industri lain, memiliki partikel yang sangat halus yang dapat meningkatkan kepadatan dan kekuatan ikatan kimia dalam mortar geopolymer. Dalam penelitian ini, proporsi abu silika yang ditambahkan bervariasi antara 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Setiap proporsi diuji untuk menentukan pengaruhnya terhadap sifat mekanik seperti kekuatan tekan dan lentur. Untuk memudahkan pencampuran dan memaksimalkan kehomogenan bahan, digunakan superplasticizer Viscocrete N-10 sebanyak 2% dari berat total precursor. Eksperimen ini melibatkan produksi benda uji berbentuk prisma dengan ukuran 40 mm x 40 mm x 160 mm. Uji kekuatan dilakukan untuk mengukur kemampuan benda uji dalam menahan beban tekan dan lentur, yang sangat krusial untuk aplikasi praktis dalam konstruksi. Selain itu, pengujian ini juga membantu menentukan komposisi optimum untuk aplikasi spesifik seperti paving block, jalan rabat beton, dan konstruksi dinding. Analisis mikrostruktur merupakan bagian penting dari studi ini. Teknik Scanning Electron Microscopy (SEM) digunakan untuk mengamati permukaan dan porositas pada skala mikro, sementara X-Ray Diffraction (XRD) digunakan untuk mempelajari struktur atom dan molekular dari material. Dari sisi kimia, Spektroskopi Inframerah dengan Transformasi Fourier (FTIR) membantu mengidentifikasi gugus fungsi dan komposisi kimia material. Selain itu, Analisis Ukuran Partikel (PSA) dan X-Ray Fluorescence (XRF) diterapkan untuk memahami distribusi ukuran partikel dan kandungan unsur kimia dalam campuran, yang penting untuk memastikan keuniforman komposisi material dan memenuhi kebutuhan teknis yang ditetapkan. Salah satu aspek kunci dalam pembuatan mortar geopolymer adalah penggunaan larutan alkali sebagai aktivator. Dalam studi ini, rasio Na2SiO3 terhadap Sodium Hidroksida ditetapkan pada 2:1, dengan konsentrasi NaOH 10M dan Natrium Silikat 2,65M. Rasio antara prekursor dan aktivator adalah 60:40, yang telah ditemukan optimal untuk mendapatkan hasil terbaik. Perlakuan panas juga menjadi bagian penting dari proses pengerasan, dilakukan pada suhu 90°C selama 48 jam. Tujuan dari perlakuan ini adalah untuk mempercepat reaksi geopolimerisasi yang akan meningkatkan kekuatan mekanik dari mortar. Hasil dari penelitian ini diharapkan tidak hanya berupa publikasi ilmiah di jurnal internasional dan prosiding konferensi, tetapi juga HKI yang melindungi inovasi dalam formulasi dan aplikasi mortar geopolymer berbasis abu sekam padi. TKT yang akan dicapai adalah level 3. Dengan hasil yang menjanjikan, material ini diharapkan dapat diaplikasikan dalam berbagai konstruksi sipil, memberikan alternatif yang lebih hijau dan berkelanjutan dalam dunia konstruksi modern.

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.