PERALIHAN LAYANAN JARINGAN MOBILE BERDASARKAN ARAH MOBILITAS USER EQUIPMENT

PERALIHAN LAYANAN JARINGAN MOBILE BERDASARKAN ARAH MOBILITAS USER EQUIPMENT
Universitas Teuku Umar
2024
27-12-2024
Indonesia
Meulaboh
Lap. Penelitian Dosen
Teknik
TEKNIK
TEKNIK
-
Ya

Perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam akses komunikasi mobile berkecepatan tinggi dan pita lebar (broadband), telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Perkembangan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat modern yang semakin digital dan memiliki mobilitas tinggi, yang memerlukan layanan yang optimal di berbagai aspek kehidupan. Seiring dengan kemajuan ini, berbagai generasi jaringan komunikasi mobile telah diperkenalkan, masing-masing dengan cakupan area, karakteristik, prosedur handover, dan persyaratan quality of service (QoS) yang berbeda-beda. Tantangan ini menjadi lebih kompleks, terutama ketika dihadapkan dengan mobilitas pengguna berkecepatan tinggi [1][2][3]. Perpindahan koneksi pengguna dari satu jaringan ke jaringan lainnya dikenal sebagai handover (serah terima). Handover dalam jaringan mobile terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu handover intracell dan handover intercell, yang diimplementasikan sesuai dengan standar jaringan dan mekanisme masing-masing generasi teknologi [4][5]. Namun, dalam praktiknya, proses handover sering sekali hanya mengandalkan level sinyal sebagai satu-satunya parameter, padahal banyak kriteria lain seperti kekuatan sinyal, bandwidth, dan performa jaringan yang juga perlu dipertimbangkan untuk memastikan kontinuitas layanan yang optimal [4][6]. Kesinambungan jaringan mobile sangat penting dalam pengambilan keputusan handover, di mana user equipment (UE) berperan dalam menentukan kapan dan ke mana handover harus dilakukan. Teknologi seperti universal mobile telecommunications system (UMTS) dan long term evolution (LTE) mengukur cakupan area, konektivitas, dan kapasitas jaringan untuk mendeteksi jaringan kandidat yang memenuhi persyaratan QoS yang diperlukan [6][7][8]. Dalam konteks jaringan 5G, yang telah distandarisasi oleh 3rd generation partnership project (3GPP), manajemen mobilitas menjadi kunci untuk memastikan mobilitas pengguna yang tidak terbatas dengan efisiensi tinggi. Menyediakan manajemen 2 efisiensi dengan menerapkan teknik yang menekankan permintaan handover berdasarkan manajemen mobilitas

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.