PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PUPUK DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGIS BIBIT TANAMAN PALA

PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PUPUK DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGIS BIBIT TANAMAN PALA
Universitas Teuku Umar
2024
27-12-2024
Indonesia
Meulaboh
Lap. Penelitian Dosen
Pertanian
Pertanian
Pertanian
-
Ya

Penyemaian pala merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan produksi dan memastikan keberlanjutan budidaya pala di Aceh Selatan. Penggunaan pupuk dan media tanam sangat penting untuk mendukung pertumbuhan bibit yang baik dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan media tanam terhadap pertumbuhan bibit pala. Penelitian dilakukan di University Farm (UF) Universitas Teuku Umar, dari Agustus hingga November 2024. Desain yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, yaitu faktor pertama adalah Dosis Pupuk (P) yang terdiri dari lima level: P1 (tanpa pemberian pupuk), P2 (2,5 g/polybag), P3 (5 g/polybag), P4 (7,5 g/polybag), dan P5 (10 g/polybag), sedangkan faktor kedua adalah media tanam yang terdiri dari 4 level: M0 (tanah aluvial), M1 (tanah aluvial + arang sekam padi), M2 (tanah aluvial + pupuk kandang), dan M3 (tanah aluvial + pasir). Parameter yang diamati meliputi penambahan tinggi bibit (cm), penambahan jumlah daun (helai), penambahan diameter batang (cm), berang basah tajuk (g), berat basah akar (g), berat kering tajuk (g), berat kering akar (g), volume akar (ml), panjang akar (g), kadar klorofil a, klorofil b, klorofil ab. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dosis pupuk berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit pala, dengan dosis terbaik 2.5 g/polybag yang berpengaruh terhadap penambahan tinggi tanaman umur 42, 70, 84, 98, dan 112 HST, penambahan jumlah daun tanaman umur 28, 56, 70, 84, 98, dan 112 HST, penambahan diameter tanaman umur 84, 98, dan 112 HST, serta Berat Basah Tajuk, Berat Basah Akar, dan Volume Akar. Demikian juga pada perlakuan media tanam yang juga mempengaruhi pertumbuhan bibit tanaman pala, yaitu perlakuan komposisi tanah + pupuk kandang (M2) di umur 28 dan 42 HST, penambahan jumlah daun di umur 28, 70, dan 84 HST, dan berat basah tajuk tanaman

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.