DEKONSTRUKSI DOMINASI LAKI-LAKI DALAM BISNIS KOPI MELALUI PENDEKATAN FEMINISME POLITIK

DEKONSTRUKSI DOMINASI LAKI-LAKI DALAM BISNIS KOPI MELALUI PENDEKATAN FEMINISME POLITIK
Universitas Teuku Umar
2024
30-09-2024
Indonesia
Meulaboh
Lap. Penelitian Dosen
Ilmu Sosial & Ilmu Politik
FISIP
FISIP
-
Ya

Industri kopi memainkan peran penting dalam perekonomian global dan lokal, termasuk di Indonesia. Data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ke-3 dunia dan sangat dipengaruhi oleh kompleksitas struktur para pemangku kepentingan. Namun, dominasi laki-laki dalam bisnis kopi menyisakan ketimpangan gender yang signifikan dan memengaruhi partisipasi dan kendali perempuan atas sumber daya di bidang bisnis kopi. Provinsi Aceh sebagai salah satu daerah penghasil kopi memiliki keunggulan seperti memiliki kualitas rasa kopi yang kompleks, varietas kopi yang beragam, dukungan komunitas lokal, dan kolaborasi dalam inovasi bisnis. Namun, ternyata terdapat masalah dalam akses modal dan teknologi akibat perbedaan gender. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah dominasi laki-laki dalam bisnis kopi yang mengakibatkan ketimpangan gender. Perempuan petani kopi menghadapi hambatan seperti akses terbatas terhadap sumber daya, pendidikan, pelatihan, dan pasar meskipun berada dalam rantai pasok kopi. Untuk mengatasi masalah ini, solusi pemecahan yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan pendekatan feminisme politik untuk mendekonstruksi dominasi laki-laki dalam bisnis kopi dan menciptakan kesetaraan serta keadilan gender. Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah untuk mempromosikan kesetaraan dan keadilan gender dalam industri kopi, dengan memastikan perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki, terutama dalam menggapai kesejahteraan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi perempuan dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan bisnis kopi yang lebih inklusif, adil, berkelanjutan, dan dapat menjadi salah satu best practice dalam penerapan kebijakan pertanian kopi yang sensitif dan mengakomodir isu-isu gender di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data primer diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan Focused Group Discussion (FGD). Selain itu, data sekunder juga digunakan dari rekaman pertemuan, pidato, teks kebijakan, dokumen resmi pemerintah, laporan penelitian terkait, dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah transkripsi data, pemeriksaan data awal, pemberian kode, analisis tematik, pengembangan kerangka analisis, serta penafsiran dan interpretasi sehingga dapat ditarik kesimpulan tentang dekonstruksi dominasi laki-laki dalam bisnis kopi di Provinsi Aceh. Sebagai sebuah penelitian yang bersifat satu tahun, indikator keberhasilan penelitian dikategorikan menurut tahun pelaksanaanya. Luaran yang ditargetkan dalam penelitian ini ada dua, yaitu luaran wajib berupa Jurnal Internasional Bereputasi yang rencananya akan dipublikasikan di Journal Gender and Society (https://journals.sagepub.com/home/GAS). Sedangkan untuk luaran tambahan yang ditargetkan adalah Buku Referensi dan HKI hasil penelitian. Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dalam penelitian ini adalah TKT 3 yaitu berupa pembuktian konsep penting secara analitis dan eksperimental tentang gender dalam bisnis kopi di Provinsi Aceh. Kata Kunci: Dekonstruksi, Dominasi, Bisnis Kopi, Feminisme Politik, Perempuan

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.