AGAR PETANI KOPI TIDAK MATI DI LUMBUNG KOPI: POLITIK KEBIJAKAN DALAM MENDOBRAK KEMISKINAN EKSTREM PADA MASYARAKAT AGRARIS DI BENER MERIAH

AGAR PETANI KOPI TIDAK MATI DI LUMBUNG KOPI: POLITIK KEBIJAKAN DALAM MENDOBRAK KEMISKINAN EKSTREM PADA MASYARAKAT AGRARIS DI BENER MERIAH
Universitas Teuku Umar
2024
24-12-2024
Indonesia
Meulaboh
Lap. Penelitian Dosen
Ilmu Sosial & Ilmu Politik
FISIP
FISIP
-
Ya

Penelitian ini berfokus pada upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bener Meriah, khususnya di kalangan masyarakat agraris yang bergantung pada komoditas kopi. Pemerintah daerah, melalui kebijakan politik Bupati Bener Meriah, menerapkan dua pendekatan utama untuk mengatasi kemiskinan ekstrem: pertama, mengubah pola pikir masyarakat yang tergolong miskin akibat kemalasan, dan kedua, memberikan bantuan sosial kepada kelompok miskin yang tergolong 'uzhur (terhalang oleh usia atau cacat). Pola pikir masyarakat diubah melalui pendekatan berbasis agama yang difasilitasi oleh Dinas Syari'at Islam dan Baitul Mal, dengan dakwah di masjid yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan mandiri. Upaya ini didasarkan pada ajaran Islam yang memandang kemiskinan akibat kemalasan sebagai hal yang memalukan dan harus dihindari. Sementara itu, kebijakan lain diarahkan pada pengembangan sektor ekonomi lokal, khususnya UMKM kopi, yang mendorong petani untuk meningkatkan nilai tambah produknya dari kopi gelondongan menjadi biji siap giling, bubuk kopi, atau kopi siap saji. Untuk kelompok masyarakat yang tergolong miskin akibat 'uzhur, pemerintah mengambil pendekatan berbeda dengan memberikan bantuan sosial dari berbagai instansi, baik lokal maupun vertikal. Bantuan ini mencakup dukungan finansial, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kelompok masyarakat yang tidak lagi produktif tetap mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah. Pendekatan ini menunjukkan adanya kesadaran politik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang tidak dapat memperbaiki kondisi kemiskinan mereka sendiri. Untuk penelitian lanjutan, penulis akan memperluas fokus ke wilayah pesisir dan otoritas adat guna memperkaya roadmap penelitian dan melengkapi temuan dari apa yang ditemukan di Bener Meriah. Rencana publikasi pun ditingkatkan dari Jurnal SINTA 4 menjadi Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA 2. Untuk keberhasilan penelitian lebih lanjut, disarankan agar pendanaan penelitian tidak dikurangi, sehingga efektivitas dan efisiensi penelitian tetap terjaga, serta hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan optimal

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.