HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN PENANGGULANGAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI PUSKESMAS UTEUN PULO KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN 2013

WIKO AMJAD, NIM : 09C10104140 (2014) HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN PENANGGULANGAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI PUSKESMAS UTEUN PULO KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN 2013. Skripsi thesis, Universitas Teuku Umar Meulaboh.

[img]
Preview
Text
BAB I_V.pdf

Download (173kB) | Preview
Official URL: http://utu.ac.id/

Abstract

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada anak di negara berkembang. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit ISPA baik dari segi pelayanan kesehatan, prilaku masyarakat dan lingkungan juga termasuk sosial budaya. Faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya penanganan penyakit ISPA adalah ; pengetahuan, latar belakang pendidikan, sikap dan tindakan ibu sangat menentukan, dimana ibu terlibat langsung dalam pola pengasuhan anaknya, juga berperan penting dalam usaha peningkatan kesehatan keluarga. Orang tua khususnya ibu sebagai orang yang paling berperan dalam mengasuh anak memiliki peranan yang besar dalam menanggulangi balita yang menderita ISPA. Agar balita yang menderita penyakit ISPA cepat teratasi maka diperlukan karakteristik dan kemampuan ibu yang baik dalam menangani penyakit ISPA pada balita. Beberapa karakteristik yang dimaksud adalah umur, pendidikan, pendapatan, pekerjaan, status kawin, suku dan agama. Karakteristik ini dapat mempengaruhi gaya hidup ibu dan penampilan ibu dalam menghadapi hal yang baru atau asing bagi dirinya termasuk juga kondisi psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan antara karakteristik ibu dengan penanggulangan penyakit ISPA pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Uteun Pulo dengan sampel sampel 87 orang. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini di laksanakan sejak tanggal 06 sampai dengan 21 mei tahun 2013. Pengolahan data dilakukan secara SPSS dengan menggunakan rumus chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan penanggulangan ISPA pada balita dengan p value (0,093), Ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan penanggulangan ISPA dengan p value (0,031). Ada hubungan yang bermakna antara pendapatan dengan penanggulangan ISPA dengan p value (0,000), Ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan penanggulangan ISPA dengan p value (0,009). Harapan penulis agar penelitian ini dapat menjadi masukan bagi penulis, petugas kesehatan dan masyarakat

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Teuku Hermilan
Date Deposited: 23 Sep 2017 16:37
Last Modified: 23 Sep 2017 16:37
URI: http://repository.utu.ac.id/id/eprint/672

Actions (login required)

View Item View Item