FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TB PARU DI PUSKESMAS JOHAN PAHLAWAN KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT

Suhermi, NIM : 09C10104090 (2014) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TB PARU DI PUSKESMAS JOHAN PAHLAWAN KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT. Skripsi thesis, Universitas Teuku Umar Meulaboh.

[img]
Preview
Text
BAB I_V.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://utu.ac.id/

Abstract

TB Paru adalah penyakit infeksi menular disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosae yang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat tahun 2012 terdapat1062 kasus sedangkandi Puskesmas Johan Pahlawan pada tahun 2012 terdapat 379 kasus BTA positif di antara suspek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB Paru di Puskesmas Johan Pahlawan Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien yang didiagnosa TB Paru yang berusia 20-60 tahun yang berkunjung ke Puskesmas Johan Pahlawan berjumlah 379. Dengan menggunakan metodepurposive sampling,pengambilan sampel menggunakan rumus Arikunto (2006), yaitu 10% dari total populasi berjumlah 38 sampel dengan analisis statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian diketahui bahwa dari 14 responden yang pengetahuannya baik 64,3% dengan penyakit TB Paru BTA negatif sedangkan dari 24 responden yang pengetahuannya kurang 79,2% dengan penyakit TB Paru BTA positif dengan OR 6,840, dari 13 responden yang tindakannya baik 46,2% dengan penyakit TB Paru BTA positif sedangkan dari 25 responden yang tindakannya kurang 28,0% dengan penyakit TB Paru BTA negatif dengan OR 3,000, dari 16 responden yang tingkat ekonominya tinggi 62,5% dengan penyakit TB Paru BTA negatif sedangkan dari 22 responden yang tingkat ekonominya rendah 81,8% dengan penyakit TB Paru BTA positif dengan OR 7,500, dari 13 responden yang kondisi rumahnya memenuhi syarat 69,2% dengan penyakit TB Paru BTA negatif sedangkan dari 25 responden yang kondisi rumahnya tidak memenuhi syarat 80,0% dengan penyakit TB Paru BTA positif dengan OR 9,000. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari variabel pengetahuan, tingkat ekonomi dan kondisi rumah mempunyai hubungan dengan penyakit TB Paru dimana p value< α (0,050), sedangkan variabel tindakan tidak mempunyai hubungan dengan kejadian TBC Paru dimana p value> α (0,050). Kepada tenaga kesehatan khususnya pengelola program penyakit menular (TB Paru), agar dapat melaksanakan program penanggulangan penyakit secara kontinyu dan berkesinambungan serta peningkatan dalam bentuk edukasi, informasi dengan promosi kesehatan akan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi masyarakat untuk mencegah penyakit TB Paru. kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, supaya lebih meningkatkan pemantauan, pengawasan, serta penyuluhan kepada masyarakat. Kepada penderita TB Paru segera berkunjung kepelayanan kesehatanuntuk mendapatkan pengobatan penyakit TB Paru.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Teuku Hermilan
Date Deposited: 23 Sep 2017 16:17
Last Modified: 23 Sep 2017 16:17
URI: http://repository.utu.ac.id/id/eprint/666

Actions (login required)

View Item View Item