ANALIASA PENGARUH TEMPERATUR DAN KELEMBABAN UADARA RELATIF TERHADAP LAJU KOROSI ATMOSFERIK PADA BAJA KONTRUKSI

HARMAINI, NIM : 08c10202007 (2013) ANALIASA PENGARUH TEMPERATUR DAN KELEMBABAN UADARA RELATIF TERHADAP LAJU KOROSI ATMOSFERIK PADA BAJA KONTRUKSI. Skripsi thesis, Universitas Teuku Umar Meulaboh.

[img]
Preview
Text
BAB I_V.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://utu.ac.id/

Abstract

Penggunaan logam dalam perkembangan teknologi dan industri sebagai salah satu material penunjang sangat besar peranannya, akan tetapi dalam kehidupan sehari -hari banyak faktor yang menyebabkan daya guna logam menurun. diantaranya adalah terjadinya korosi pada logam. Korosi atmosferik merupakan kerusakan material akibat hasil interaksi logam dengan atmosfer, yang terjadi akibat pengaruh temperatur dan kelembaba udara relatif. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh temperatur dan kelembaban udara relatif pada baja kontruksi diwilayah pantai Aceh Barat terhadap tingkat laju korosi atmosferik pada baja kontruksi. jenis spesimen uji berupa baja karbon berbentuk plat, strep, siku, segi empat dan tulangan. Pada pengujian laju korosi ini specimen uji diekspos di alam terbuka dan dilakukan pengambilan data setiap satu bulan sekali selama enam bulan. Masa ekspos, dimensi Spesimen dan rak pengujian didesain berdasarkan standar ASTM G-50. Untuk perhitungan laju korosi,menggunakan metode kehilangan berat dan teknik pembersihan spesimen uji berdasarkan pada standar ASTM G-1. lokasi penelitian meliputi , Peunaga Pasi dan Kubang Gajah (BMKG). Tingkat laju korosi pada dua daerah ini sangat bervariasi antara 0,52 – 1,20 mpy untuk baja plat, 0,80 – 1,57 mpy untuk baja strep, 0,44 – 1,09 mpy untuk baja siku, 1,10 – 2,29 mpy untuk baja segi empat, 1,04 – 2,36 mpy untuk baja tulangan untuk lokasi peunaga pasi. Sedangkan untuk lokasi Kubang Gajah (BMKG) laju korosi antara 0,73 – 1,12 mpy untuk baja plat, 0,72 – 2,92 mpy untuk baja strep, 0,48 – 1,07 mpy untuk baja siku, 0,84 – 1,65 mpy untuk baja segi empat, 0,85 – 1,92 mpy untuk baja tulangan. Dari dua lokasi penelitian, Laju korosi tertinggi terjadi pada baja strip (2,92 mpy) pada lokasi BMKG dan laju korosi terendah terjadi pada baja strip (0,44 mpy) pada lokasi Peunaga Pasi. Secara keseluruhan tingkat ketahanan korosi relatif (relative corrosion resistance) untuk lima jenis baja yang dipilih berada dalam ketagori sangat baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Teuku Hermilan
Date Deposited: 22 Sep 2017 14:17
Last Modified: 22 Sep 2017 14:17
URI: http://repository.utu.ac.id/id/eprint/589

Actions (login required)

View Item View Item