Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Yang Berkunjung Ke Puskesmas Calang Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya tahun 2013

MONA AGUSTA, NIM: 08C10104054 (2013) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Yang Berkunjung Ke Puskesmas Calang Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya tahun 2013. Skripsi thesis, Universitas Teuku Umar Meulaboh.

[img]
Preview
Text
BAB I_V.pdf

Download (170kB) | Preview
Official URL: http://utu.ac.id/

Abstract

ISPA adalah infeksi akut yang berlangsung selama 14 hari, yang disebabkan oleh mikroorganisme dan menyerah salah satu bagian atau lebih dari saluran atas sampai saluran bawah, termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Yang Berkunjung Ke Puskesmas Calang Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2013. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, pengumpulan data dilaksanakan mulai tanggal 12 sampai dengan 21 September 2013 di Puskesmas Calang. Populasi pada penelitian ini yaitu Semua ibu yang memiliki anak balita yang berkunjung ke Puskesmas Calang dengan jumlah sampel 59 orang yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Uji statistik menggunakan Chisquare test pada taraf signifikan 95%. Hasil penelitian didapatkan bahwa balita yang menderita ISPA sebesar 62,7%, dari uji statistik di peroleh adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kejadian penyakit ISPA dimana p-value 0,039 yang bearti lebih kecil dari α-value (0,05), tidak adanya hubungan antara status imunisasi dengan kejadian penyakit ISPA dimana p-value 1,000 yang bearti lebih besar dari α-value (0,05), adanya hubungan antara pemberian vitamin A dengan kejadian penyakit ISPA dimana p-value 0,013 yang bearti lebih kecil dari α-value (0,05), dan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian penyakit ISPA dimana p-value 0,001 yang bearti lebih kecil dari α-value (0,05). Dari hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada petugas kesehatan khususnya pihak puskesmas agar meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi, Vitamin A, gizi yang baik, menjaga kebersihan serta bahayanya penyakit ISPA

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Teuku Hermilan
Date Deposited: 21 Sep 2017 10:33
Last Modified: 21 Sep 2017 10:33
URI: http://repository.utu.ac.id/id/eprint/456

Actions (login required)

View Item View Item