PERENCANAAN ULANG GEOMETRIK PADA SIMPANG BERSINYAL (Studi Kasus : Simpang Kisaran Meulaboh)

ANDI JASWARI, 6C10203053 (2014) PERENCANAAN ULANG GEOMETRIK PADA SIMPANG BERSINYAL (Studi Kasus : Simpang Kisaran Meulaboh). Skripsi thesis, Universitas Teuku Umar Meulaboh.

[img]
Preview
Text
I-V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://utu.ac.id

Abstract

Simpang Kisaran yang terletak di kota Meulaboh merupakan simpang berlengan empat yang diatur dengan lampu lalu lintas. Kinerja persimpangan pada jam-jam sibuk pada Simpang Kisaran sangat menurun, oleh karena itu penelitian ini ingin menata kembali persimpangan dengan menghitung ulang kondisi eksisting dan perubahan geometrik dengan merubah dari lebar lengan 9.60 meter Jalan Sisingamangaraja menjadi lebar lengan 12 meter (Utara), dari lebar lengan 11.60 meter Jalan Manek Roo menjadi 12 meter (Selatan), dari lebar lengan 10.40 meter Jalan Gajah Mada menjadi 12 meter (Timur), dari lebar lengan 6 meter Jalan Imam Bonjol menjadi 12 meter (Barat) dan merubah 4 (empat) fase hijau awal menjadi 3 (tiga) fase hijau awal. Pengumpulan data akan di lakukan dengan mengunakan kamera video yang kemudian direncanakan menggunakan metode MKJI 1997 dan hasil yang didapatkan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil perhitungan jam puncak dengan arus tertinggi di peroleh volume lalu lintas pada pendekat Jalan Sisingamangaraja (Utara) sebesar 578 smp/jam, pada Jalan Manek Roo (Selatan) sebesar 361 smp/jam, pada Jalan Gajah Mada (Timur) sebesar 752 dan pada Jalan Imam Bonjol (Barat) sebesar 378 smp/jam. Nilai kapasitas pada Jalan Sisingamangaraja (Utara) 621 smp/jam, pada Jalan Manek Roo (Selatan) sebesar 388 smp/jam, pada Jalan Gajah Mada (Timur) sebesar 808 smp/jam dan pada Jalan Imam Bonjol (Barat) sebesar 406 smp/jam. Waktu siklus yang disesuaikan sebesar 240 detik dan derajat kejenuhan lebih tinggi 9.30 dari 0,85 (menurut MKJI 1997 halaman 2-62) untuk masing-masing kondisi eksisting pada Simpang Kisaran dengan kata lain bahwa simpang tersebut sudah lewat jenuh, yang ditandai dengan tingginya nilai tundaan. Setelah dilakukan perubahan geometrik dengan pelebaran lengan-lengan simpang, kinerja simpang menjadi lebih baik ditandai dengan nilai kapasitas pada Jalan Sisingamangaraja (Utara) 828 smp/jam, pada Jalan Manek Roo (Selatan) sebesar 517 smp/jam, pada Jalan Gajah Mada (Timur) sebesar 1045 smp/jam dan pada Jalan Imam Bonjol (Barat) sebesar 387 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan pada Jalan Sisingamangaraja (Utara), pada Jalan Manek Roo (Selatan), pada Jalan Gajah Mada (Timur) dan pada Jalan Imam Bonjol (Barat) masing-masing sebesar 0.698, waktu siklus yang disesuaikan sebesar 61 detik, dan kinerja jalan semakin bagus.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Zulfikri., S.IP., ALC
Date Deposited: 13 Sep 2017 16:56
Last Modified: 13 Sep 2017 16:56
URI: http://repository.utu.ac.id/id/eprint/148

Actions (login required)

View Item View Item